The University of Petroleum

Masuk Akun

Menyapa Sekolah Sampai Ke Waingapu

18 Februari 2016 03:09:18 WIB

Dalam sektor pendidikan, perguruan tinggi menghadapi persaingan  yang semakin ketat memasuki arus Masyarakat Ekonomi ASEAN. Perguruan tinggi harus berlomba mendapatkan kepercayaan siswa untuk meneruskan studinya ke perguruan tingginya. Beragam cara dilakukan kampus untuk menggalang siswa sekolah baik itu dengan cara langsung sosialisasi kepada siswa atau secara tidak langsung dengan ikut meningkatkan mutu sekolahnya.  

Hal tersebut  juga tengah dilakukan oleh Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta melalui Biro Pemasaran dan Kerjasama Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.  Trisno Fallo MT selaku Tim Marketing BPK mengatakan ,”timnya melakukan sosialisasi ke Waingapo  Sumba Timur Nusa Tenggara Barat mengawali rangkaian tim roadshow sosialisasi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta ke Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan langsung menyapa sekolah khususnya siswa dimulai Sabtu 8 hingga 22 Januari 2016. Pihaknya saat ini telah melakukan sosialisasi di 8 sekolah yaitu SMA N 1 Waingapu, SMA Kristen Payeti, SMA Muhammadiyah Waingapo, SMA N 2 Waingapu,  SMK N 1 Waingapu, SMK N 2 Waingapu, SMA PGRI Waingapu dan SMA N Haharu Waingapu.”

Selain itu, lebih lanjut Trisno menjelaskan bahwa “, ternyata respon sekolah tentang kegiatan ini sangat positif dan antusias, hal ini dilihat tidak hanya siswa saja yang ingin mendapatkan informasi tentang Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta akan tetapi guru dan juga orang tua siswa. Seperti halnya di SMA N 2 Waingapu, selain siswa juga malahan orang tua muridnya yang ikut kegiatan sosialisasi tersebut. Namun menurutnya, banyak masukan yang didapatkan dari kegiatan tersebut seperti perlu adanya pendaftaran on line juga informasi langsung hasil tes penerimaan mahasiswa baru yang telah diselenggarakan disekolah.

Sedangkan, Narohadi SPd selaku tim monitoring BPK menambahkan bahwa “, dalam kegiatan sosialisasi menyapa sekolah, timnya menginformasikan tentang profile kampus juga menginformasikan program beasiswa Universitas seperti Beasiswa Nusantara, Beasiswa Kejuangan, Beasiswa Double Degree, Beasiswa Proklamasi dan Beasiswa UP45 Peduli. Selain itu, dalam kegiatan sosialisasi tersebut juga diadakan tes langsung penerimaan mahasiswa baru 2016. Adapun Ali Sukrajab, MBA selaku Wakil Rektor III Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta menambahkan bahwa pihaknya menjalankan roadshow ke sekolah salah satu rangkaian kita memperkenalkan kampus kepada sekolah.

Kegiatan tidak hanya berhenti di kegiatan roadshow saja. Selanjutnya, melalui media sosial baik itu WEB, facebook, Twiter di lakukan untuk menyapa secara terus menerus sekolah khususnya para siswa sekolah. Media sosial akan mem”promote” kegiatan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta tentang kegiatan – kegiatan kampus, perkuliahan, program beasiswa, pengembangan karir, penerimaan mahasiswa baru dan lain sebagainya. Selain itu, program lainnya adalah menjalankan program pengadaan Buku Tahunan Sekolah (BTS). BTS ini hanya salah satu dari bentuk Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas mutu sekolah. Bentuk lainnya yaitu dengan “Program Sahabat Guru”. Tim roadshow ke sekolah dan seluruh jajaran kampus diarahkan untuk menfasilitasi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu sekolahnya.

 Persoalan saat ini yang dihadapi disekolah seperti menyangkut peningkatan profesi dan kompetensi guru, kesempatan kuliah bagi para siswa, manajemen kebijakan berbasis sekolah bagi kepala sekolah,  partisipasi orang tua murid bagi kemajuan sekolah dan lain sebagainya. Kita mengadakan pelatihan, seminar, workshop, pendampingan bagi guru, kepala sekolah, siswa, pengawas, jajaran birokrasi pendidikan, orang tua siswa bahkan masyarakatnya dalam konteks kita tidak hanya menjaring calon mahasiswa namun kita dapat lebih bermanfaat bagi pihak sekolah dan masyarakat umum.

Perguruan tinggi dalam kiprahnya tentu saja harus ikut menyelesaikan persoalan yang dihadapi sekolah saat ini. Bergulirnya kebijakan desentralisasi sekolah dengan adanya sistem manajemen berbasis sekolah menjadikan sekolah harus mengurusi tata kelola rumah tangganya sendiri. Daya dukung perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai masalah yang dihadapi sekolah secara tidak langsung akan meningkatkan mutu pendidikan perguruan tinggi karena siswa sebagai input atau calon mahasiswa diperguruan tinggi tersebut. (Wardi & Taqiyudin)